Perencanaan Struktur Beton (Pelat Lantai part.1) part.2


Untuk merencanakan pelat beton bertulang, disamping harus memperhatikan beban dan ukuran pelat juga perlu diperhatikan jenis tumpuan tepi.
1. Bila pelat dapat berputar (berotasi) bebas pada tumpuan, maka pelat dikatakan bertumpu bebas
2. Bila tumpuan mampu mencegah pelat berotasi dan relatif sangat kaku terhadap momen puntir, maka pelat itu dikatakan terjepit penuh  
3.Bila balok tepi tidak cukup kuat untuk mencegah rotasi sama sekali, maka pelat itu terjepit sebagian (terjepit elastis
Menurut bentuk geometri dan arah tulangan cara analisis pelat dibagi menjadi dua yaitu pelat satu arah dan pelat dua arah, yang masing-masing dibahas lebih mendalam pada pasal-pasal berikut. Penjelasan yang pertama ini hanya membahas tentang pelat lantai satu arah.😀

  1.  PELAT SATU ARAH

Pada Gambar di bawah ini disajikan contoh gambar dari pelat satu arah satu bentang dan pelat dua bentang/ menerus.

Analisis momen lentur pada pelat satu arah sebenarnya dapat dianggap sebagai gelegar diatas banyak tumpuan.
Selain itu pada SNI-03-2847-2002 mengijinkan untuk menentukan momen lentur dengan menggunakan koefisien momen, asalkan dipenuhi syarat-syarat seperti dibawah ini
1. Panjang bentang seragam, jika ada perbedaan selisih bentang yang terpanjang dengan bentang sebelahnya yang lebih pendek maksimum 20%.
2. Beban hidup harus <  3 kali beban mati
3.Penentuan panjang L untuk bentang yang berbeda :
     – Untuk momen lapangan, L  =  bentang bersih diantara tumpuan.
     – Untuk momen tumpuan, L  =  rata-rata bentang bersih pada sebelah kiri dan kanan                        tumpuan.
Gambar 1. Koefisien momen pelat satu arah

Untuk dapat lebih memahami analisis perhitungan pelat satu arah, dibawah ini diberikan langkah-langkah perhitungan pelat satu arah sebagai berikut:
1.    Tentukan tebal pelat, dengan syarat batas lendutan (Tabel 1.4).
2.    Hitung beban-beban : beban mati, beban hidup dan beban berfaktor
3.    Hitung momen akibat beban berfaktor (Tabel 2.1).
– ρ min < ρ < ρ mak    4.    Tentukan diameter dan jarak tulangan, dengan memperhatikan lebar retak:

 










































Untuk lebih jelas masalah perencanaan pelat lantai satu arah, silahkan lihat postingan yang membahas mengenai contoh soal perencanaan pelat lantai satu arah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s