Mesir sebagai Pusat Peradaban Dunia.?


Republik Arab Mesir, lebih dikenal sebagai Mesir, (bahasa Arab: مصر, Maṣr, bahasa Inggris: The Arab Republic of Egypt) adalah sebuah negara yang sebagian besar wilayahnya terletak di Afrika bagian timur laut.

Dengan luas wilayah sekitar 997.739 km² Mesir mencakup Semenanjung Sinai (dianggap sebagai bagian dari Asia Barat Daya), sedangkan sebagian besar wilayahnya terletak di Afrika Utara. Mesir berbatasan dengan Libya di sebelah barat, Sudan di selatan, jalur Gaza (Palestina) dan Israel di utara-timur. Perbatasannya dengan perairan ialah melalui Laut Tengah di utara dan Laut Merah di timur.

Mayoritas penduduk Mesir menetap di pinggir Sungai Nil (sekitar 40.000 km²). Sebagian besar daratan merupakan bagian dari gurun Sahara yang jarang dihuni.

Mesir terkenal dengan peradaban kuno dan beberapa monumen kuno termegah di dunia, misalnya Piramid Giza, Kuil Karnak dan Lembah Raja serta Kuil Ramses. Di Luxor, sebuah kota di wilayah selatan, terdapat kira-kira artefak kuno yang mencakup sekitar 65% artefak kuno di seluruh dunia. Kini, Mesir diakui secara luas sebagai pusat budaya dan politikal utama di wilayah Arab dan Timur Tengah.

I. Profil Singkat


Peta Mesir

Nama resmi : Republik Arab Mesir (Gumhūriyyat Miṣr al-’Arabiyya)
Bendera :

Lambang :

Lagu kebangsaan : Biladi, Biladi, Biladi
Ibu kota (dan kota terbesar) : Kairo
Bahasa resmi : Arab
Pemerintahan : Republik
– Presiden : Hosni Mubarak
– Perdana Menteri : Ahmed Nazif
Kemerdekaan :
– Resmi : 1867 Dari Turki Utsmaniyah
– Disetujui : Dari Britania Raya
– Deklarasi : 28 Februari 1922 (Kerajaan), 18 Juni 1953 (Republik)
Luas wilayah :
– Total :997,739 km2 (urutan ke-30 di dunia)
– Air (%) : 0,6%
Penduduk :
– Perkiraan 2005 : 77.505.756 (15)
– Sensus 2004 :76.117.420 jiwa
– Kepadatan : 77/km2 (93)
PDB (KKB) : Perkiraan 2005
– Total : US$282,3 miliar (31)
– Per kapita : US$1.350 (115)
Mata uang : Pound (EGP)
Zona waktu : (UTC+2)
– Musim panas (DST) : (UTC+3)
Ranah Internet : .eg
Kode telepon : 20

II. Politik


Presiden Mohamed Hosni Mubarak

Mesir berbentuk republik sejak 18 Juni 1953. Mesir adalah negara pertama yang mengakui kedaulatan Indonesia. Mohamed Hosni Mubarak telah menjabat sebagai Presiden Mesir selama lima periode, sejak 14 Oktober 1981 setelah pembunuhan Presiden Mohammed Anwar el-Sadat. Selain itu, ia juga pemimpin Partai Demokrat Nasional. Perdana Menteri Mesir, Dr. Ahmed Nazif dilantik pada 9 Juli 2004 untuk menggantikan Dr. Atef Ebeid.

Kekuasaan di Mesir diatur dengan sistem semipresidensial multipartai. Secara teoritis, kekuasaan eksekutif dibagi antara presiden dan perdana menteri namun dalam prakteknya kekuasaan terpusat pada presiden, yang selama ini dipilih dalam pemilu dengan kandidat tunggal. Mesir juga mengadakan pemilu parlemen multipartai.

Pada akhir Februari 2005, Presiden Mubarak mengumumkan perubahan aturan pemilihan presiden menuju ke pemilu multikandidat. Untuk pertama kalinya sejak 1952, rakyat Mesir mendapat kesempatan untuk memilih pemimpin dari daftar berbagai kandidat. Namun, aturan yang baru juga menerapkan berbagai batasan sehingga berbagai tokoh, seperti Ayman Nour, tidak bisa bersaing dalam pemilihan dan Mubarak pun kembali menang dalam pemilu.

III. Demografi


Peta penyebaran penduduk mesir

Mesir merupakan negara Arab paling banyak penduduknya sekitar 74 juta orang. Hampir seluruh populasi terpusat di sepanjang Sungai Nil, terutama Iskandariyah dan Kairo, dan sepanjang Delta Nil dan dekat Terusan Suez. Hampir 90% dari populasinya adalah pemeluk Islam dan sisanya Kristen (terutama denominasi Coptic.

Penduduk Mesir hampir homogenous. Pengaruh Mediterania (seperti Arab dan Italia) dan Arab muncul di utara, dan ada beberapa penduduk asli hitam di selatan. Banyak teori telah diusulkan mengenai asal-usul orang Mesir, namun tidak ada yang konklusif, dan yang paling banyak diterima adalah masyarakat Mesir merupakan campuran dari orang Afrika Timur dan Asiatik yang pindah ke lembah Nil setelah zaman es. Orang Mesir menggunakan bahasa dari keluarga Afro-Asiatik (sebelumnya dikenal sebagai Hamito-semitic).

IV. Pembagian Administratif


Peta pembagian wilayah mesir

Mesir dibagi menjadi 29 governorat (muhafazat; tunggal – muhafazah):
* Aswan : Aswan
* Asyut : Asyut
* al-Bahr al-Ahmar (Red Sea) : Hurghada
* Bani Suwayf (Beni Suef) : Bani Suwayf
* al-Buhayrah (Beheira) : Damanhur
* Bur Sa’id (Port Said): Port Said
* ad-Daqahliyah (Dakahlia) : Mansura
* Dumyat (Damietta) : Dumyat
* al-Fayyum (Faiyum) : Faiyum
* al-Gharbiyah (Gharbia) : Gharbia
* al-Iskandariyah (Alexandria) : Alexandria
* al-Isma’iliyah (Ismailia) : Ismailia
* Janub Sina’ (South Sinai) : el-Tor
* Kafr ash Shaykh (Kafr el-Sheikh) : Kafr el-Sheikh
* Matruh : Mersa Matruh
* al-Minufiyah (Monufia) : Shibin el-Kom
* al-Minya (Minya) : Minya
* al-Qahirah (Cairo) : Cairo
* al-Qalyubiyah (Qalyubia) : Banha
* Qina (Qena) : Qena
* Shamal Sina’ (North Sinai) : Arish
* ash-Sharqiyah (Sharqia) : Zagazig
* Suhaj (Sohag) : Sohag
* as-Suways (Suez) : Suez
* al-Wadi al-Jadid (New Valley) : Kharga
* al-Jizah (Giza) : Giza
* Helwan : Helwan
* 6th Oktober : 6th Oktober
* Luxor : Luxor

Pada bulan April 2008, Kairo dan Giza dibagi dan dimekarkan menjadi 4 governorat baru, yaitu governorat Kairo, Giza, 6 Oktober dan Helwan. Pada tahun 2009, kota Luxor ditetapkan sebagai Governorat independen.

Governorat Atas terletak di sebelah selatan Kairo, sedangkan governorat Bawah terletak di utara Delta Nil Kairo.


26 Governorat di mesir

V. Agama

Agama memiliki peranan besar dalam kehidupan di Mesir. Secara tak resmi, adzan yang dikumandangkan lima kali sehari menjadi penentu berbagai kegiatan. Kairo juga dikenal dengan berbagai menara masjid dan gereja. Menurut konstitusi Mesir, semua perundang-undangan harus sesuai dengan hukum Islam. Negara mengakui mazhab Hanafi lewat Kementerian Agama. Imam dilatih di sekolah keahlian untuk imam dan di Universitas Al-Azhar, yang memiliki komite untuk memberikan fatwa untuk masalah agama.

90% dari penduduk Mesir adalah penganut Islam, mayoritas Sunni dan sebagian juga menganut ajaran Sufi lokal. Sekitar 10% penduduk Mesir menganut agama Kristen; 95% dalam denominasi Koptik (Koptik Ortodoks, Katolik Koptik, dan Protestan Koptik.

VI. Pendidikan

Universitas Al-Azhar (diucapkan “AZ-har”, bahasa Arab: جامعة الأزهر الشريف; Al-ʾAzhar al-Šyarīf , Al-Azhar Mulia), adalah salah satu pusat utama pendidikan sastra Arab dan pengkajian Islam Sunni di duniadan merupakan universitas pemberi gelar tertua kedua di dunia.Universitas ini berhubungan dengan masjid Al-Azhar di wilayah Kairo Kuno.

Mulanya universitas ini dibangun oleh Bani Fatimiyah yang menganut mazhab Syi’ah Ismailiyah, dan sebutan Al-Azhar mengambil dari nama Sayyidah Fatimah az-Zahra, putri Nabi Muhammad. Masjid ini dibangun sekitar tahun 970~972. Pelajaran dimulai di Al-Azhar pada Ramadan Oktober 975, ketika ketua Mahkamah Agung Abul Hasan Ali bin Al-Nu’man mulai mengajar dari buku “Al-Ikhtisar” mengenai topik yurisprudensi Syi’ah. Madrasah, tempat pendidikan agama, yang terhubung dengan masjid ini dibangun pada tahun 988. Belakangan, tempat ini menjadi sekolah bagi kaum Sunni menjelang abad pertengahan, dan terus terpelihara hingga saat ini.

Saat ini, misi universitas antara lain adalah penyebaran agama dan budaya Islam. Untuk tujuan ini, para sarjana Islam (ulama) mengeluarkan maklumat (fatwa) untuk menjawab berbagai permasalahan yang ditanyakan kepada mereka dari seluruh dunia Islam Sunni, mengenai perilaku individu atau masyarakat muslim yang tepat (contohnya baru-baru ini adalah fatwa mengenai klarifikasi dan dan pelarangan terhadap pemotongan alat kelamin perempuan). Al-Azhar juga melatih pedakwah yang ditunjuk oleh pemerintah Mesir.

Perpustakaan Al-Azhar dianggap nomor dua terpenting di Mesir setelah Perpustakaan dan Arsip Nasional Mesir. Al-Azhar yang bermitra dengan ITEP, suatu perusahaan teknologi informasi Dubai, pada bulan Mei 2005 meluncurkan Proyek YM Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum untuk Melestarikan dan Mempublikasikan Naskah Al-Azhar Secara Online (“Proyek Al-Azhar Online”); dengan membawa misi untuk memberikan akses online kepada masyarakat atas seluruh koleksi manuskrip langka (terdiri dari sekitar tujuh juta halaman) yang dimiliki perpustakaan Al-Azhar.

Secara historis, modernisasi pendidikan di Mesir berawal dari pengenalan kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi Napoleon Bonaparte pada saat penaklukan Mesir. Kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi yang dicapai Napoleon Bonaparte yang berkebangsaan Perancis ini, memberikan inspirasi yang kuat bagi para pembaharu Mesir untuk melakukan modernisasi pendidikan di Mesir yang dianggapnya stagnan. Diantara tokoh-tokoh tersebut Jamaluddin al-Afghani, Muhammad Abduh, dan Muhammad Ali Pasha. Dua yang terakhir, secara historis, kiprahnya paling menonjol jika dibandingkan dengan tokoh-tokoh yang lain.

Sistem Pendidikan di negara Mesir meliputi:
1. Sekolah Dasar (Ibtida’i).
2. Sekolah Menengah Pertama (I’dadi).
3. Sekolah Menengah Atas (Tsanawiyah ‘Ammah).
4. Pendidikan Tinggi:

VII. Kegiatan Perekonomian


Peta ekonomi mesir

7.1 Pertanian
Sektor pertanian menyumbangkan 17% perekonomian negara Mesir. Meskipun didominasi wilayah gurun, namun Mesir mendapatkan
berkah dari adanya aliran Sungai Nil yang menyuburkan kawasan lembah dan deltanya. Mesir terkenal sebagai penghasil kapas, gandum, kurma, zaitun, dan serat papyrus (bahan baku kertas). Seiring dengan dibangunnya proyek raksasa bendungan Aswan, maka pertanian Mesir semakin maju. Saat ini produk pertaniannya semakin berkembang dengan menghasilkan berbagai jenis buah-buahan, sayuran, padi, tebu, dan rumput-rumputan untuk makanan ternak.

7.2 Peternakan dan perikanan
Selain sebagai petani, masyarakat tradisional Mesir juga banyak yang hidup dari beternak secara nomaden. Jenis hewan ternak yang dikembangkan secara tradisional adalah domba, biri-biri, dan unta. Salah satu dampak pembangunan bendungan Aswan adalah mampu mendukung kegiatan peternakan, sehingga saat ini banyak peternak yang mulai mengembangkan ternaknya dengan cara-cara modern. Adapun perikanan dibedakan atas perikanan laut dan perikanan darat. Perikanan laut banyak diusahakan di perairan Laut Merah dan perairan Laut Tengah, sedangkan perairan darat banyak diusahakan di Sungai Nil dan di kawasan bendungannya.

7.3 Pertambangan
Hasil tambang utama Mesir adalah minyak bumi dan gas alam yang terdapat di pantai dan perairan Laut Merah serta di kawasan Gurun Libya dan Semenanjung Sinai. Selain hasil tambang utama tersebut, dikembangkan juga pertambangan fosfat, bijih besi, dan garam.

7.4 Perindustrian
Perindustrian termasuk di dalamnya perakitan, pertambangan, dan konstruksi, memberi masukan lebih dari 35% pendapatan nasionalnya.
Hasil industri utama negara ini adalah tekstil, bahan-bahan kimia, besi, dan minyak beserta olahannya. Hubungannya dengan negara-negara maju menyebabkan Mesir juga mulai membangun perindustrian di bidang otomotif, elektronik, barang-barang rumah tangga, dan obat-obatan. Kawasan industri utama terdapat di Kairo dan Alexandria serta di berbagai zona industri di sepanjang Terusan Suez.

7.5 Perdagangan
a) Ekspor berupa kapas, benang, tekstil dan permadani, minyak mentah, gas dan produk olahannya kopi, teh, cokelat, tebu, dan kurma.
b) Impor berupa mesin-mesin dan peralatan transportasi, besi dan baja, kertas dan produk olahan makanan, serta bahan-bahan kimia.
Selain memperoleh devisa dari perdagangan, Mesir juga diuntungkan dengan adanya Terusan Suez yang membelah negaranya, yaitu dari pelayanan pelabuhan dan bea masuk terusan.

7.6 Kota-kota utama di Mesir

a) Kairo, merupakan ibukota dan kota terbesar di Benua Afrika. Berfungsi sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, dan kebudayaan.

b) Alexandria, merupakan salah satu kota tertua di dunia, saat ini berfungsi sebagai pusat kebudayaan, filsafat, dan agama.

c) Suez, merupakan kota pelabuhan yang ramai, terletak di tepi Laut Merah dan berfungsi sebagai pintu masuk Terusan Suez.

d) Port Said, merupakan kota pelabuhan yang sangat ramai. Terletak di tepi Laut Tengah dan berperan sebagai pintu masuk Terusan Suez. Di kota ini terdapat berbagai jenis industri, seperti industri kimia, pengolahan makanan, perikan

VIII. Terusan Suez


Foto Terusan Suez dari orbit Bumi (foto NASA).

Terusan Suez (bahasa Arab, Qanā al-Suways), di sebelah barat Semenanjung Sinai, merupakan terusan kapal sepanjang 163 km yang terletak di Mesir, menghubungkan Pelabuhan Said (Būr Sa’īd) di Laut Tengah dengan Suez (al-Suways) di Laut Merah.

Terusan Suez dibuka tahun 1870 dan dibangun atas prakarsa insinyur Prancis yang bernama Ferdinand Vicomte de Lesseps.

Terusan ini mengizinkan transportasi air dari Eropa ke Asia tanpa mengelilingi Afrika. Sebelum adanya kanal ini, beberapa transportasi dilakukan dengan cara mengosongkan kapal dan membawa barang-barangnya lewat darat antara Laut Tengah dan Laut Merah.

Terusan ini terdiri dari dua bagian, utara dan selatan Danau Great Bitter, menghubungkan Laut Tengah ke Teluk Suez

8.1 Latar belakang terjadinya krisis suez

Krisis Suez (bahasa Arab: أزمة السويس – العدوان الثلاثي ʾAzmat al-Sūwais/Al-ʿIdwān al-Thalāthī ‘; bahasa Perancis: Crise du canal de Suez; bahasa Ibrani: מבצע קדש Kadesh, atau מלחמת סיני Perang Sinai) adalah serangan militer Britania Raya, Perancis dan Israel terhadap Mesir yang dimulai pada tanggal 29 Oktober 1956.[3][4] Serangan ini dilancarkan karena pada tanggal 26 Juli 1956, Mesir menasionalisasikan Terusan Suez setelah tawaran Britania Raya dan Amerika Serikat untuk mendanai pembangunan Bendungan Aswan dicabut.[5]

Terusan Suez yang dibuka pada tahun 1869, didanai oleh pemerintah Perancis dan Mesir.[6] Secara teknis, wilayah yang mengelilingi terusan ini merupakan wilayah kedaulatan Mesir, dan perusahaan yang mengurusnya, Universal Company of the Suez Maritime Canal (Suez Canal Company) adalah perusahaan mesir.

Terusah ini penting bagi Britania Raya dan negara-negara Eropa lainnya. Bagi Britania, terusan ini merupakan penghubung ke koloni Britania di India, Timur Jauh, Australia dan Selandia Baru. Maka pada tahun 1875, Britania membeli saham dari Suez Canal Company, memperoleh sebagian kekuasaan atas pengoperasian terusan dan membaginya dengan investor swasta Perancis. Pada tahun 1882, selama invasi dan pendudukan Mesir, Britania Raya secara de facto menguasai terusan ini.

Konvensi Konstantinopel 1888 mendeklarasikan terusan ini sebagai zona netral dibawah perlindungan Britania.[7] Dalam meratifikasinya, Kesultanan Utsmaniyah setuju untuk memberikan izin terhadap kapal internasional melewati terusan tersebut, baik saat perang maupun damai.[8]

Terusan Suez menunjukan betapa strategis wilayah tersebut selama Perang Rusia-Jepang ketika Jepang melakukan persetujuan dengan Britania. Jepang melancarkan serangan kejutan terhadap Armada Pasifik Rusia yang berbasis di Port Arthur. Ketika Rusia mengirim bantuan dari Baltik, Britania tidak memperbolehkan Rusia melewati terusan. Hal ini menyebabkan armada Rusia mengelilingi seluruh benua Afrika, memberikan waktu bagi tentara Jepang untuk mereorganisir tentara mereka dan memperkuat posisi mereka di Timur Jauh.

Kepentingan terusan ini juga terlihat jelas selama Perang Dunia. Pada Perang Dunia Pertama, Britania dan Perancis menutup terusan ini untuk kapal non-Sekutu. Selama Perang Dunia Kedua, Terusan Suez dilindungi selama Kampanye Afrika Utara.

Pada Mei 1948, Mandat Britania atas Palestina berakhir, dan tentara Britania mundur dari wilayah tersebut. Deklarasi Kemerdekaan Israel dideklarasikan, dan ditentang oleh Liga Arab. Hal ini menyebabkan terjadinya Perang Arab-Israel 1948. Tentara Israel berhasil memenangkan perang melawan Arab, termasuk Mesir. Negosiasi perdamaian setelah perang gagal, ditambah dengan meningkatnya ketegangan perbatasan antara Israel dan tetangganya, menyebabkan meningkatnya permusuhan antara Arab dan Israel.

8.2 Akhir peperangan

Operasi yang bertujuan merebut Terusan Suez ini berhasil dari sisi militer, namun merupakan bencana politik. Bersama dengan krisis Suez, Amerika Serikat juga harus mengurus Revolusi Hongaria. Amerika Serikat juga takut akan adanya perang yang lebih luas setelah Uni Soviet dan negara-negara Pakta Warsawa lainnya mengancam untuk membantu Mesir dan melancarkan serangan roket ke London, Paris[9] dan Tel Aviv.

Maka dari itu, pemerintahan Eisenhower menyatakan gencatan senjata. Amerika Serikat meminta invasi dihentikan dan mensponsori resolusi di Dewan Keamanan PBB yang meminta gencatan senjata. Britania dan Perancis, sebagai anggota tetap, memveto resolusi tersebut. Amerika Serikat lalu memohon kepada Majelis Umum PBB dan mengusulkan resolusi meminta gencatan senjata dan ditariknya pasukan.[10] Majelis Umum mengadakan “sesi khusus kedaruratan” dan mengadopsi resolusi Majelis 1001,[11] yang mendirikan United Nations Emergency Force (UNEF), dan menyatakan gencatan senjata. Portugal dan Islandia mengusulkan untuk mengeluarkan Britania dan Perancis dari pakta pertahanan North Atlantic Treaty Organization (NATO) jika mereka tidak mau mundur dari Mesir.[12] Britain and France withdrew from Egypt within a week.

Amerika Serikat juga melancarkan tekanan finansial terhadap Britania Raya untuk mengakhiri invasi. Eisenhower memerintahkan George M. Humphrey untuk menjual bagian dari “US Government’s Sterling Bond holdings”. Pemerintah AS memegangnya sebagai bagian dari bantuan ekonomi terhadap Britania setelah Perang Dunia II, dan pembayaran sebagian hutang Britania kepada AS, dan juga bagian dari Rencana Marshall untuk membangun kembali ekonomi Eropa Barat.

Arab Saudi juga memulai embargo minyak terhadap Britania dan Perancis. AS menolak membantu minyak bumi hingga Britania dan Perancis setuju untuk mundur. Negara NATO lainnya juga menolak untuk menjual minyak bumi yang mereka terima dari negara-negara Arab ke Britania atau Perancis.[13]

Pemerintah Britania dan pound sterling berada dalam tekanan. Sir Anthony Eden, Perdana Menteri Britania Raya, terpaksa untuk mundur dan mengumumkan gencatan senjata pada tanggal 6 November. Tentara Perancis dan Inggris selesai mundur pada tanggal 22 Desember 1956, dan digantikan oleh tentara Kolombia dan Denmark yang merupakan bagian dari UNEF. Israel meninggalkan semenanjung sinai pada bulan Maret 1957.

IX. Sejarah Mesir dari masa ke masa

sekitar 7.000 SM – Pembangunan Pemukiman Lembah Nil dimulai.

sekitar tahun 3000 SM – Kerajaan Mesir Hulu dan Hilir bersatu. Berturut-turut dinasti perdagangan berkembang, kemakmuran dan pengembangan tradisi budaya besar. Menulis, termasuk hieroglif, digunakan sebagai alat negara. Pembangunan piramida – sekitar 2.500 SM – adalah prestasi rekayasa tangguh.

669 SM – Asiria dari Mesopotamia menaklukkan dan memerintah Mesir.

525 SM – Penaklukan oleh Persia .

332 SM – Alexander Agung, dari Makedonia kuno, menaklukkan Mesir, mendirikan Alexandria. Beberapa dinasti Macedonia memerintah sampai 31 SM.

31 SM – Mesir berada di bawah kekuasaan Romawi; Ratu Cleopatra bunuh diri setelah pasukan militer dibawah pimpinan Oktavianus mengalahkan pasukannya.

642 M – Arab Muslim menaklukan mesir.

969 M – Kairo didirikan sebagai Ibukota.

1250-1517 – Masa pemerintahan Mameluke (budak tentara), ditandai dengan kemakmuran yang besar dan kehidupan sipil tertata baik.

1517 – Mesir digabungkan ke dalam kerajaan Turki Ottoman.

1798 – Pasukan Napoleon Bonaparte (Prancis) menyerbu tetapi ditahan oleh Inggris dan Turki pada 1801. Mesir sekali lagi menjadi bagian dari kerajaan Ottoman.

1859-69 – Terusan Suez dibangun.

1882 – Pasukan Inggris menguasai Mesir.

1914 – Mesir menjadi protektorat Inggris.

1922 – Fu’ad I menjadi Raja Mesir dan Mesir memperoleh kemerdekaannya.

1928 – Ikhwanul Muslimin didirikan oleh Hasan al-Banna.

1936 – April – Faruq menggantikan ayahnya sebagai raja Mesir.

1948 – Mesir, Irak, Yordania dan Suriah menyerang negara baru Israel?

1949 Februari – Hasan al-Banna dari Ikhwanul Muslimin dibunuh.

1949 – Komite Gerakan Pejabat Bebas (Committee of the Free Officers Movement) terbentuk.

1952 Januari – Setidaknya 20 orang tewas dalam kerusuhan anti-Inggris di Kairo.

1952 – Raja Faruq turun tahta dan digantikan oleh anaknya Fu’ad II.

1952 – Gamal Abdul Nasser memimpin kudeta oleh Gerakan Pejabat Bebas, yang sekarang dikenal sebagai Revolusi 23 Juli, yang menghasilkan Muhammad Najib menjadi Presiden dan Perdana Menteri Mesir.

Republik dideklarasikan

1953 Juni – Mesir dinyatakan sebagai Republik oleh Najib.

1954 – Nasser menjadi perdana menteri dan kemudian menjadi presiden pada tahun 1956.

1954 – Evakuasi Perjanjian ditandatangani. Pasukan Inggris, yang memulai penarikan bertahap pada tahun 1936 akhirnya meninggalkan Mesir.

1956 Juli – Nasser menasionalisasi Terusan Suez untuk mendanai pembangunan Aswan High Dam.

1956 Oktober – Tripartit Invasi Mesir oleh Inggris, Perancis dan Israel akibat nasionalisasi Terusan Suez. Sebuah gencatan senjata diumumkan pada bulan November.

1958 Februari – Mesir dan Suriah bergabung untuk membentuk Republik Arab Bersatu (United Arab Republic) pada langkah pertama dari tujuan mereka untuk persatuan Arab yang lebih luas.

1961 – Suriah menarik diri dari persatuan dengan Mesir, tetapi Mesir tetap dikenal sebagai UAR tersebut.

1965 Maret – Raja Faruq meninggal di Roma.

Perang enam hari

1967 Mei – Mesir dan Yordania menandatangani pakta pertahanan. Israel mengatakan akan meningkatkan perang yang bahaya dengan negara-negara Arab.

Juni 1967 – Perang Enam Hari di mana Israel mengalahkan pasukan dari Mesir, Yordania dan Suriah. Israel mengambil kendali dari Sinai, Dataran Tinggi Golan, Jalur Gaza, Yerusalem Timur dan Tepi Barat.

September 1970 – Nasser meninggal dan digantikan oleh Wakil presidennya, Anwar al-Sadat.

1971 – Perjanjian Persahabatan antara Mesir dan Uni Soviet ditandatangani.

1971 – Konstitusi baru Mesir diperkenalkan dan negara ini berganti nama menjadi Republik Arab Mesir.

1971 – The Aswan High Dam selesai. Hal ini terbukti memiliki dampak besar pada irigasi, pertanian dan industri di Mesir.

Yom Kippur

Oktober 1973 – Mesir dan Suriah berperang dengan Israel selama Israel merayakan “Yom Kippur” untuk merebut kembali tanah mereka yang hilang pada tahun 1967. Mesir mulai negosiasi untuk mengembalikan Sinai setelah perang.

Juni 1975 – Terusan Suez dibuka kembali. Yang ditutup sejak perang 1967.

1976 – Anwar al-Sadat mengakhiri Perjanjian Persahabatan dengan Uni Soviet.

September 1978 – Persetujuan Camp David untuk perdamaian dengan Israel ditandatangani.

Maret 1979 – Perjanjian perdamaian antara Mesir dan Israel ditandatangani. Mesir kemudian dikutuk oleh negara-negara Arab lainnya dan dikeluarkan dari Liga Arab.

Anwar Sadat dibunuh

1981, 6 Oktober – Anwar al-Sadat dibunuh oleh anggota Jihad.

1981 Oktober – Sebuah Referendum Nasional menyetujui Husni Mubarak sebagai presiden baru.

1987 Oktober – Mubarak memulai masa jabatan kedua.

1989 – Mesir bergabung kembali Liga Arab.

1993 Oktober – Mubarak mulai memerintah kembali untuk ketiga kalinya.

1995 Juni – Mubarak menjadi target percobaan pembunuhan di Addis Ababa, Ethiopia, pada saat kedatangan di pertemuan puncak Organisasi Persatuan Afrika.

1997 – 58 wisatawan yang dibunuh oleh orang bersenjata di depan Kuil Hatshepsut dekat Luxor. Dikatakan bahwa Kelompok Islam Mesir (al’islamiyah al-jama’ah) yang bertanggung jawab.

1999 Oktober – Mubarak mulai jabatan keempat sebagai presiden.

2000 Desember – Mesir, Lebanon dan Suriah menyetujui sebuah proyek miliaran-dolar untuk pipa yang membawa gas Mesir di bawah Mediterania ke pelabuhan Tripoli Lebanon.

Februari 2002 – Ratusan penumpang tewas setelah kereta mereka terbakar selatan Kairo.

Bomb Sinai

2004 Oktober – Serangan Bom dengan target wisatawan Israel di Semenanjung Sinai; 34 orang tewas.

November 2004 – pemakaman pemimpin Palestina Yasser Arafat diadakan di Kairo.

2005 Februari-April – aktivis Pro-reformasi dan oposisi menggelar demonstrasi anti-pemerintah.

Mei 2005 – Referendum untuk amandemen konstitusi yang akan memungkinkan beberapa kandidat untuk maju dalam pemilihan presiden.

2005, Juli 23 – Puluhan orang tewas dalam serangan bom di resor Laut Merah Sharm al-Sheikh.

September 2005 – Presiden Mubarak terpilih kembali sebagai presiden untuk masa jabatan kelima secara berturut-turut.

2005 Desember – Pemungutan suara untuk pemilihan anggota Parlemen berakhir dengan bentrokan antara polisi dan pendukung oposisi ‘Ikhwanul Muslimin’. Partai Nasional Demokrat dan sekutu-sekutunya mempertahankan mayoritas parlemen mereka. pendukung Ikhwanul Muslimin, terpilih sebagai independen, memenangkan 20% kursi di Parlemen.

Lebih dari 20 migran Sudan mati setelah polisi membubarkan sebuah konsentrasi protes di luar kantor PBB di Kairo.

Februari 2006 – Sampai dengan 1.000 orang meninggal ketika feri yang membawa sekitar 1.400 penumpang dari Arab Saudi menuju ke Mesir tenggelam di Laut Merah.

April 2006 – Serangan Bom di resor Laut Merah, Dahab membunuh lebih dari 20 orang.

Agustus 2006 – Mesir memuji cara kelompok gerilyawan Hizbullah yang diadakan dalam perang dengan Israel di Lebanon setelah sebelumnya diadakan penilaian.

November 2006 – Mesir adalah salah satu dari sedikitnya enam negara Arab yang mengembangkan program nuklir untuk diversifikasi sumber energi, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) melaporkan.

Presiden Mubarak menjanjikan reformasi demokratis dan konstitusional dalam sebuah pesan ke parlemen untuk mencairkan kebekuan politik.

November 2006 – Terjadi Peningkatan dalam penangkapan terhadap anggota Ikhwanul Muslimin.

2007 Maret – Referendum pada amandemen konstitusi. Pihak berwenang mengatakan 76% pemilih menyetujui perubahan, kelompok oposisi mengatakan pemilu itu dicurangi.

April 2007 – Amnesty International mengkritik catatan Mesir pada penyiksaan dan penahanan ilegal.

Lebih dari 30 anggota Ikhwanul Muslimin dimasukan ke penjara, untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun bahwa anggota kelompok sudah dicoba di bawah yurisdiksi militer.

Juni 2007 – Pemilu Parlemen. Pemerintahan Partai Nasional Demokrat memenangkan suara terbanyak.

Pers dilecehkan

2007 OctoberIndependen, koran oposisi protes terhadap “pelecehan pemerintah” setelah tujuh wartawan dipenjara dan editornya diadili.

Editor surat kabar Dustur, Ibrahim Eissa dihukum enam bulan penjara karena melaporkan rumor tentang kesehatan Presiden Mubarak. Kelompok hak menuntut perubahan hukum pada laporan “informasi yang salah”.

April 2008 – Pengadilan Militer menangkap 25 anggota terkemuka Ikhwanul Muslimin dan menjebloskannya kedalam jeruji penjara dalam aksi kekerasan organisasi tersebut. Lebih dari 800 ditangkap lebih dari sebulan. Persaudaraan memboikot pemilihan kota setelah hanya 20 calon diperbolehkan untuk ikut pemilu.

November 2008 – Partai pemerintahan NDP (National Democratic Party) mengatakan akan memprivatisasi beberapa perusahaan negara dan membagikan saham gratis kepada warga. Negara akan mempertahankan saham mayoritas aset strategis dan penting seperti besi, baja transportasi, dan pariwisata.

Pasukan keamanan dikerahkan di Sinai setelah bentrokan selama penyelundupan ke dalam Jalur Gaza dengan suku Badui lokal beberapa orang mati.

2009 Februari – Pemimpin tokoh oposisi Ayman Nour dibebaskan setelah menjalani tiga tahun hukuman dari lima tahun hukuman atas tuduhan palsu bahwa ia berkata bermotif politik.

Serangan Bom di daerah wisata populer Kairo membunuh seorang mahasiswa Perancis dan melukai 24 orang lainnya. Pihak berwenang menangkap tiga tersangka, mengatakan sel Islamis kecil dianggap bertanggung jawab.

Teror penangkapan

April 2009 – Pihak berwenang Mesir mengatakan mereka menahan 49 orang tahun sebelumnya karena dicurigai membantu Hizbullah mengirim uang dan bantuan terhadap Hamas di Gaza.

2009 Mei – Polisi Mesir bentrok dengan para petani babi Kristen Koptik mencoba menghentikan hewan mereka dibawa pergi untuk disembelih sebagai pencegahan terhadap flu babi.

Kementerian Dalam Negeri mengatakan tujuh orang yang dicurigai terkait dengan al-Qaeda ditangkap sehubungan dengan serangan bom Kairo yang menewaskan seorang mahasiswa Perancis pada bulan Februari.

Juni 2009 – Presiden AS Barack Obama membuat pidato kunci di Kairo menyerukan sebuah hubungan baru antara Amerika Serikat dan Dunia Muslim.

2009 Juli – Para pejabat Mesir mengatakan 25 militan yang diduga jaringan Al-Qaeda ditangkap karena merencanakan serangan terhadap kapal-kapal di Terusan Suez.

Agustus 2009 – Dua puluh enam anggota sebuah sel yang diduga dari kelompok militan Lebanon, Hizbullah terus diadili di Kairo atas tuduhan merencanakan serangan di Mesir dan membantu untuk mengirim senjata kepada Hamas di Gaza.

2009 Desember – Aktivis Asing protes di Kairo terhadap penolakan Mesir untuk membiarkan konvoi bantuan ke Gaza.

2010 Januari – Kristen Koptik bentrok dengan polisi setelah penembakan tampaknya sektarian di luar gereja.

Pemilihan Kunci

2010 Februari – Mantan Kepala nuklir PBB Mohammed ElBaradei kembali ke Mesir, bersama dengan tokoh oposisi dan aktivis, membentuk koalisi untuk perubahan politik. ElBaradei mengatakan ia mungkin akan mencalonkan diri dalam pemilihan presiden yang dijadwalkan pada tahun 2011.

2010 Maret – Presiden Mubarak menjalani operasi kandung empedu di Jerman, kembali ke Mesir tiga minggu kemudian.

2010 Juni – Ikhwanul Muslimin gagal untuk memenangkan kursi dalam pemilihan anggota Majelis Shura konsultatif tinggi parlemen; menuduh pemungutan suara dicurangi.

2010 November – Terjadi bentrokan antara Kristen Koptik dengan polisi di Giza atas pembangunan gereja.

jajak pendapat Parlemen, diikuti dengan protes terhadap dugaan kecurangan suara. Ikhwanul Muslimin gagal untuk memenangkan satu kursi, meskipun mendapat seperlima dari kursi di parlemen terakhir.

sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Mesir

http://en.wikipedia.org/wiki/Egypt

http://id.wikipedia.org/wiki/Terusan_Suez

http://id.wikipedia.org/wiki/Krisis_Suez

http://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Al-Azhar

http://news.bbc.co.uk/2/hi/middle_east/790978.stm

http://st-takla.org/Egypt-1.html

http://www.lib.utexas.edu/maps/atlas_middle_east/atlas_middle_east.html#egypt

http://www.crayonpedia.org/mw/Negara-Negara_Yang_Digolongkan_Sebagai_Negara_Maju_dan_Berkembang_9.1

One response to “Mesir sebagai Pusat Peradaban Dunia.?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s