Ketika Langit Terbelah


Gemuruh memekakan telinga yang mendengar

membuat hati-hati mereka bergetar

mega berarak menjadi mendung

bersembunyi anak gadis di balik kidung

ketika langit terbelah

masihkah ada yang mau berulah

ketika langit terbelah

seperti kilapan minyak mawar menjadi merah

tak ada yang mampu menengadah

karena malu dengan semua salah

takut akan sebuah hari keputusan

saat ditanya oleh Tuhan

tak ada lagi mentari pagi yang menyambut ceria

tak ada lagi kupu-kupu yang menari manja

tak ada lagi merpati di balik jendela

tak ada lagi melati yang tersenyum mesra

ketika langit terbelah

jiwa-jiwa bersimpuh pasrah

merintih memohon ampunan

berlarian mencari perlindungan

ketika langit terbelah

dan patuh kepada Tuhan-nya

maka celakalah!

kala manusia-manusia ingkar  dari Tuhan-nya

maka azab yang pedih telah menanti mereka

kecuali orang-orang beriman pahala yang tiada putus-putusnya

Q.S. Al-Insyiqaaq ayat 1-6 :

Apabila langit terbelah,

dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya langit itu patuh,

dan apabila bumi diratakan,

dan dilemparkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong,

dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya bumi itu patuh, (pada waktu itu manusia akan mengetahui akibat perbuatannya).

Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya.

Segala puji bagi Rabb Tuhan semesta Alam, sungguh tak dapat kita bayangkan bagaimana jika langit ini benar-benar terbelah, ketika kita mendengar petir dan kilat yang menyambar saja kita terkadang langsung merasa takut, dan seolah langsung membayangkan hal-hal yang mengerikan. Namun seringkali ketakutan itu hanya sesaat, setelah itu kita kembali lalai, Sahabat sungguh tak ada tempat berlindung saat langit ini benar-benar terbelah selain perlindungan dari Rabb, dan kita tidak pernah tahu kapan hal itu terjadi, hingga kita masih tetap saja begini , dalam kelusuhan jiwa, dalam kegamangan tujuan hidup, dalam kebisingan nafsu, Astaghfirullohal’adziim… sahabat tentu kita sadar setiap kali kita melakukan kesalahan dan menilai bahwa hal tersebut salah, namun mengapa masih dijalani juga kesalahan itu, sungguh tak ada kesempatan kedua setelah ini.

Sahabat, diri ini jauh dari kesempurnaan, begitu banyak kesalahan dan kelalaian yang dilakukan hingga berulang kali , namun kini bukan saatnya kita terpuruk dan diam tanpa memperbaiki semua kesalahan itu, sebelum langit ini benar-benar terbelah dan sebelum kitab amal kita ditutup mari kita benahi diri ini… mari kita terus mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran…

*Tunggu aku sahabat-sahabatku, semoga aku kembali secepatnya dan segera berkumpul dengan kalian..Amiin*

Sumber dari : http://pumichi.wordpress.com/2010/05/20/ketika-langit-terbelah/

One response to “Ketika Langit Terbelah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s