PP Muhammadiyah Tetapkan Puasa Ramadan Jatuh pada 11 Agustus

Pengurus Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan pada Rabu, 11 Agustus 2010. PP M uhammadiyah juga telah menetapkan 1 Syawal atau Idul Fitri pada Jumat, 10 September 2010.

Seperti dikatakan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (18/7/2010), ijtimak (bulan sabit pertama kali setelah bulan baru) menjelang Ramadan 1431 H terjadi pada Selasa 10 Agustus 2010 pukul 10.09 WIB.

Tinggi hilal (Bulan) pada saat Matahari terbenam di Yogyakarta dan di seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk.

“Berdasarkan hasil hisab tersebut maka Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengumumkan bahwa 1 Ramadhan 1431 H jatuh pada hari Rabu, 11 Agustus 2010 M,” kata Din.

Selain itu PP Muhammadiyah sudah menentukan 1 Syawal jatuh pada Jumat 10 September 2010. Itu berdasarkan ijtimak menjelang Syawal 1431 H yang terjadi pada hari Rabu, 08 September 2010 M pukul 17.31 WIB, dan tinggi hilal pada saat itu masih di bawah ufuk.

“Warga Muhammadiyah dan umat Islam dan segenap bangsa, khususnya terkait dengan Ramadan yang bertepatan dengan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-65, diharapkan dapat memaknai Ramadan dan peringatan kemerdekaan RI dengan pendekatan dan aksi-aksi sosial yang hidup,” pesan Din.

Ramadan dan peringatan kemerdekaan bangsa, imbuh Din, harus dekat dengan manusia dan kemanusiaan, terutama yang selama ini tertindas dan terkungkung oleh sejarah.

“Karena agama dan negara hadir untuk membebaskan manusia sebagai manusia seutuhnya dari belenggu-belenggu kehidupan. Inilah makna kemerdekaan sejati dan makna dari dimensi horizontal dan vertikal manusia beragama,” pesan Din.

Puasa 1 Ramadhan 1431 pada tanggal 11 Agustus 2010

Tidak terasa sudah dekat nih kita puasa, tinggal tunggu sekitar tiga minggu lagi. Semoga kita semua di beri kesehatan sampai puasa tiba…..Amin.

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur memutuskan 1 Ramadhan 1431 bertepatan dengan 11 Agustus 2010. “Karena ketinggian hilal saat itu sudah di atas dua derajat, maka kami sepakat menetapkan 1 Ramadhan tahun ini mulai Rabu (11/8),” kata Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PW Muhammadiyah Jatim Ali Mufrodi di Surabaya, Ahad (11/7).

Guru Besar Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel itu menjelaskan, saat matahari terbenam pada 29 Sya`ban itu atau Selasa (10/8) pukul 17.32 WIB, hilal sudah wujud dengan ketinggian antara dua derajat, 43 menit, 11,83 detik hingga dua derajat, 50 menit, 6,57 detik.

Sementara itu, Anshoruddin, anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PW Muhammadiyah Jatim lainnya, menambahkan, selain mengawali puasa pada 11 Agustus, dalam berhari raya diperkirakan genap setelah menjalani puasa 30 hari. Ia menyatakan 1 Syawal 1431 akan jatuh pada 10 September 2010. Dia beralasan, posisi hilal saat terjadi ijtimak akhir Ramadhan masih di bawah ufuk.

Keputusan Muhammadiyah tentang awal Ramadhan 1431 bertepatan pada 11 Agustus 2010 itu diperkirakan sama dengan keputusan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur. Menurut Wakil Ketua PWNU Jatim Sholeh Hayat pihaknya bersama jajarannya sudah menghitung hilal dengan menggunakan 21 metode hisab.

Ia menjelaskan, ijtimak akhir Sya`ban terjadi pada 10 Agustus pukul 09.37-10.59 WIB, sedangkan ketinggian hilal saat maghrib sekitar 2,12-3,31 derajat. Meskipun demikian, pihaknya akan menguatkan hisab itu dengan melihat awal bulan (rukyatul hilal) tersebut di delapan lokasi pada 10 Agustus nanti sekitar pukul 17.30 WIB.

Sabagai pribadi kepada semua rekan kompasianer “mohon maaf” atas khilaf selama kita berinteraksi atau sharnya di “rumah sehat” ini. Tentu ada postingan, kementar atau tanggapan yang kurang berkenan, itu semua karena keterbatasan sebagai manusia biasa. Semoga kita di beri kesempatan dan kesehatan dari Allah swt, dalam menjalankan perintah-Nya.

Insya Allah bulan puasa kali ini kita dapat beribadah dengan semaksimal mungkin, agar kali ini lebih bagus dari pada yang kemarin..…Amin.

1 Ramadhan pada 11 Agustus

Surabaya, Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Provinsi Jawa Timur memutuskan bahwa 1 Ramadhan 1431 bertepatan dengan tanggal 11 Agustus 2010.
Menurut Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PW Muhammadiyah Jatim Ali Mufrodi di Surabaya, Minggu (1/7), penghitungan sistem hisab hakiki di Tanjung Kodok, Paciran, Lamongan, menyebutkan, ijtimak akhir bulan Sya`ban 1431 terjadi pada Selasa (10/8) pukul 10.09 WIB.

“Karena ketinggian hilal saat itu sudah di atas dua derajat, maka kami sepakat menetapkan 1 Ramadhan tahun ini mulai Rabu (11/8),” katanya menegaskan.

Guru Besar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel, Surabaya, itu menjelaskan, saat matahari terbenam pada 29 Sya`ban itu atau Selasa (10/8) pukul 17.32 WIB, hilal sudah wujud dengan ketinggian antara dua derajat, 43 menit, 11,83 detik hingga dua derajat, 50 menit, 6,57 detik.

Sementara itu, Anshoruddin, anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PW Muhammadiyah Jatim lainnya, menambahkan, selain mengawali puasa pada 11 Agustus, dalam berhari raya diperkirakan genap setelah menjalani puasa 30 hari.

Ia menyatakan bahwa 1 Syawal 1431 akan jatuh pada Hari Jumat (10/9). Dia beralasan, posisi hilal saat terjadi ijtimak akhir Ramadhan masih di bawah ufuk.

Berdasarkan perhitungan, ijtimak akhir Ramadhan 1431 terjadi Rabu (8/9), bertepatan dengan 29 Ramadhan pukul 17.31 WIB. Saat matahari terbenam hari itu pukul 17.29 WIB, hilal masih di bawah ufuk antara -2 derajat, 5 menit, 53,27 detik hingga -2 derajat, 12 menit, 51 detik.

“Dengan demikian, maka usia bulan Ramadhan akan genap 30 hari,” tutur Anshoruddin menambahkan.

Keputusan Muhammadiyah tentang awal Ramadhan 1431 bertepatan pada 11 Agustus 2010 itu diperkirakan akan sama dengan keputusan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Menurut Wakil Ketua PWNU Jatim, Sholeh Hayat, pihaknya bersama jajarannya sudah menghitung hilal dengan menggunakan 21 metode hisab.

“Dari sekian banyak metode, hasilnya mendekati kesamaan (dengan Muhammadiyah),” kata anggota Fraksi PKB DPRD Jatim itu.

Ia menjelaskan, ijtimak akhir Sya`ban terjadi pada Selasa (10/8) pukul 09.37-10.59 WIB, sedangkan ketinggian hilal saat maghrib sekitar 2,12-3,31 derajat. Meskipun demikian, pihaknya akan menguatkan hisab itu dengan melihat awal bulan (rukyatul hilal) tersebut di delapan lokasi pada Selasa (10/8) sekitar pukul 17.30 WIB.

“Beberapa lokasi di antaranya di Bukit Giri (Gresik), Gebang (Bangkakan), dan Serang (Blitar),” kata Sholeh menambahkan.

Sumber dari : koranbaru.com