Kampung Naga Konstruksi bangunan Tahan Gempa desain Filosofi Sunda


Kampung Naga

Kampung Naga di Kecamatan Cilawu dan Salawu, persis di tapal perbatasan antara Kabupaten Garut serta Kabupaten Tasikmalaya mampu bertahan dari guncangan gempa bahkan hingga gempa bumi berkekuatan diatas 10 skala richter (SR).

Kampung Naga, sebuah kampung Tradisional yang dalam upaya
menjaga jati diri Ki Sunda dari arus Modernisasi dan Globalisasi. Berniat menjaga kearifan lokal dan keutuhan budaya menolak untuk dipasangi Listrik, Pesawat Telepon apalagi mereka tidak mengenal adanya internet, budaya ngeblog dan tidak dipusingkan oleh problem cara mengganti layout facebook.Akan tetapi sekali lagi kearifan lokal lebih bersahabat dengan alam, ini terbukti saat terjadi Gempa Dahsyat di Tasikmalaya, luar biasa memang Konstruksi Rumah Kampung Naga yang seluruh rumahnya dibuat dengan filosofi adat Sunda yang terbuat dari kayu dan bambu beratap Ijuk (Injuk : Bahasa Sunda), tidak mengalami kerusakan sedikitpun padahal kalau kita melihat posisinya yang berada di Lembah perbukitan Garut Tasikmalaya, lebih rentan dan berbahaya dibanding tempat lain jika terjadi Gempa Tektonik.

Kampung Naga merupakan suatu perkampungan yang dihuni oleh sekolompok masyarakat yang sangat kuat dalam memegang adat istiadat peninggalan leluhurnya. Hal ini akan terlihat jelas perbedaannya bila dibandingkan dengan masyarakat lain di luar Kampung Naga. Masyarakat Kampung Naga hidup pada suatu tatanan yang dikondisikan dalam suasana kesahajaan dan lingkungan kearifan tradisional yang lekat

Beberapa bangunan menuju Kampung Naga yang dibangun dengan Arsitektur Spanyol dan Beton kuat juga beberapa bangunan dengan teknik dan teknologi arsitektur dengan model terkini banyak yang luluh lantak dan hancur berantakan. Di sekitar daerah ini satu orang meninggal dunia tertimpa bangunan rumah beton dan enam orang luka ringan.

Mungkin konstruksi Bangunan di Kampung Naga patut ditiru oleh para peneliti Jepang yang negaranya sering terkena Gempa. Padahal letak dan posisi bangunan di Kampung Naga yang berada di lereng bukit adalah salah satu lokasi rawan gempa, yang harus dihindari selain lokasi rawan gempa lainnya yaitu dibibir pantai.

Karena posisi Kampung Naga yang kurang aman, bisa dibayangkan saat terjadi Gempa di Tasikmalaya 7,3 Skala Richter daerah ini diyakini digoyang lebih kuat dan lebih besar dibanding daerah sekitarnya karena posisinya di lereng bukit yang riskan jika terjadi gempa bumi.

Saat dikonfirm seorang warga kampung Naga, bukan dalam artian menantang datangnya Bencana Alam akan tetapi karena kepolosannya beliau berujar :

“Tidak akan roboh, hingga gempa berkekuatan 10 skala richter,” kata kuncen Kampung Naga, Ade Suherlin, di Tasikmalaya, Jumat (4/9).

Ia menerangkan gempa yang mengguncang Tasikmalaya dengan kekuatan 7,3 skala SR tidak menghancurkan bangunan rumah penduduk Kampung Naga yang berada diantara perbukitan dan pegunungan perbatasan Tasikmalaya dan Garut.

Rumah penduduk Kampung Naga tetap utuh dan tidak ada kerusakan yang membuat kekhawatiran penduduk meskipun getaran gempa bumi yang terjadi Rabu (2/9) sekitar pukul 14.55 cukup terasa kuat di daerah Kampung Naga.

“Ya terasa kuat gempa itu, tapi alhamdulillah tidak terjadi kerusakan apa-apa,” katanya.

KOntruksi Rumah Tahan GempaAlasan tidak terjadinya kerusakan pada bangunan rumah penduduk Kampung Naga, kata Ade karena struktur dan pondasi bangunan didesain dengan filosofi adat Sunda yang hanya terbuat dari bambu dan kayu beratap ijuk.

“Rumahnya juga tidak pakai genting, dan saya yakin gempa bumi besar, seperti yang pernah terjadi pada tahun 1979 di Kampung Naga juga tidak terjadi kerusakan apa-apa, padahal wilayah Garut, Tasikmalaya dan sekitarnya pada saat itu banyak yang rusak berat” katanya.

Sementara itu rumah warga Kampung Naga berjumlah 113 rumah diantaranya bale tempat perkumpulan, dan masjid, dengan jumlah penduduk sebanyak 316 orang tidak mengalami kepanikan ketika gempa terjadi, mereka berkumpul di Mesjid membacakan Shalawat dan berdoa untuk saudara-saudaranya di tempat lain.

Sementara itu di luar Kampung Naga masih satu Kecamatan Salawu, dari data Radio telekomunikasi jumlah bangunan rumah warga yang rusak berat sebanyak 80 rumah, satu masjid rusak berat.

Sedangkan korban luka-luka mencapai delapan orang, mengalami shock sebanyak enam orang, bahkan menelan korban jiwa satu orang anak-anak akibat tertimpa bangunan rumah ketika gempa melanda daerah Kecamatan Salawu

One response to “Kampung Naga Konstruksi bangunan Tahan Gempa desain Filosofi Sunda

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s